Tommee Tippee 1'st Sip Cup




Explora First Sips 150ml (4m+)
Harga: Rp 75.000




  • Advance-flo technology for easy drinking
  • Unique soft-flex spout protects gums
  • Easy to hold handles
  • Hygiene Cap
  • Truly non spill & leak proof
  • explora® learning to drink the easy way
  • BPA Free
  • Easy to hold with detachable handles
  • Interchangeable with closer to nature® bottle base

Sippy cup dari Tommee Tippee ini sangat berguna untuk mengajarkan bayi minum dengan cara yang mudah. Bayi dapat mulai belajar untuk perpindahan dari dot. Bagian sippy nya terbuat dari karet jadi lembut dan gak tumpah walaupun botolnya terbalik. Ada pegangannya Bun... jadi bayi bisa belajar minum sendiri.

Bisa digunakan untuk bayi 4 bulan ke atas.

***********************
Tahukah Anda bahwa lebih dari 90% beredar botol susu (merk terkenal!!!) dan perlengkapan makan yang terbuat dari bahan polycarbonate (PC) atau kode plastik 7 yang mengandung zat berbahaya seperti Bisphenol-A yang dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Bisphenol-A berpotensi menyebabkan kanker, merusak sistem hormon, merusak kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi kekebalan tubuh.

(Himbauan resmi Pemerintah tentang bahaya penggunaan bahan plastik -http://www.ristek.go.id/)
"Buat Ayah bunda yang masih bingung apa itu BPA-free disini saya menjelaskan sedikit tentang BPA-free itu..

akhir2 ini kita khawatir dengan botol susu plastik yang mengandung BPA ( Bisphenol_A).


Peneliti dari University of Cincinnati menemukan, eksposur terhadap air mendidih menyebabkan botol plastik polikarbonat melepaskan BPA hingga 55 kali lebih cepat dari air dingin atau air bertemperatur normal.

Penemuan terbaru menunjukkan bahwa ada korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak.

Untuk menghindari atau meminimalisir dampak BPA pada si kecil, spesialis anak Dr. Steven Parker, memberikan beberapa tips berikut:

* Hindari penggunaan botol polikarbonat yang mengandung BPA. Sebagai gantinya gunakan botol bebas BPA, atau botol yang terbuat dari gelas/kaca.
* Ketika membeli botol plastik, pilihlah botol yang menggunakan polypropylene/polyethylene, yang tidak keras dan tidak mengkilat.
* Carilah tanda "BPA-free" pada kaleng atau botol susu yang Anda beli.
* Hindari pemberian teether berbahan plastik/vinyl pada bayi.
* Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik karena dapat memicu pelepasan BPA. Sebagai gantinya, gunakanlah wadah gelas/kaca atau keramik.
* Cucilah botol dan wadah plastik dengan spons agar tidak merusak lapisan plastiknya.
* Belajar membaca kandungan dalam plastik. Singkirkan produk plastik yang mengandung bahan-bahan seperti DBP dan DEP, DEHP, DMP. Gunakan polyethylene (#5), dan hindari polikarbonat (#7).
* Jangan gunakan lagi botol plastik yang sudah tergores/rusak atau kusam.

Sebaiknya botol susu digunakan dalam jangka 1 tahun tapi kalau sudah tidak baik lagi dalam 6 bulan botol sudah boleh diganti ya..

Segera cek bagian botol susu atau perlengkapan minum/makan buah hati Anda (bagian bawah) bila tertulis “PC” atau angka “7” atau tidak ada tulisan, maka buah hati Anda beresiko dengan bahaya diatas.
5 24
Copyright © 2015. OKEkids Allright reserved.